Contoh Program Kerja KKN (Kuliah Kerja Nyata)

Hallo sobat putra, kembali lagi dipostingan yang gk kalah menariknya nih dari postingan sebelumnya. Kali ini admin akan bagikan contoh program kerja buat kalian semuanya yang mau KKN (Kuliah Kerja Nyata). Bagi kalian yang belum baca postingan tentang apa itu KKN dan jenis-jenisnya, admin harap dibaca ya...hehehe, langsung saja disimak ya semoga bisa membantu...


1. Pembuatan TPS (Tempat Pembuangan Sampah)

KKN Kebangsaan

Deskripsi
:
Program ini merupakan kegiatan pembuatan tempat sampah.


Tujuan
:
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa Kaur Gading untuk membuang sampah pada tempatnya dan mampu mengolah sampah tersebut.


Metode Kegiatan
:
Program ini dilakukan dengan penentuan titik pembuatan Tempat Pembuangan Sampah dan membangun TPS.


Sasaran
:      
Program ini ditujukan kepada masyarakat dan Karang Taruna desa Kaur Gading


Indikator Keberhasilan


:
Kegiatan ini dapat berhasil apabila Tempat Pembungan Sampah berhasil dibangun dan masyarakat dapat memanfaatkan Tempat Pembuangan Sampah yang sudah ada.



2. Lomba Adzan dan Pidato

KKN Kebangsaan

Deskripsi
:
Program ini merupakan kegiatan perlombaan MTQ skala kecil dengan tema Merajut Kebersamaan dalam Ukhuwah Islamiyah Guna Mewujudkan Generasi Rabbani yang Berintegrasi. Adapun perlombaan yang dilaksankan yaitu lomba adzan dan pidato.

Tujuan
:
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya partisipasi masyarakat, khususnya anak-anak, sehingga menambah tingkat kepercayaan diri, sifat berkarya dan pemahaman terhadap nilai-nilai islam sehingga terwujudnya desa Kaur Gading yang madani.

Metode Kegiatan
:
Kegiatan ini dimulai dengan melakukan sosialisasi terhadap aparatur desa dan pemberitahuan terhadap dewan guru Sekolah Dasar. Selanjutnya, dilakukan penyeleksian peserta lomba adzan dan pidato oleh dewan guru Sekolah Dasar. Adapun hasil dari seleksi tersebut diberikan kepada panitia perlombaan.

Sasaran
:      
Sasaran dari kegiatan Lomba Adzan ialah siswa Sekolah Dasar dan sasaran dari kegiatan Lomba Pidato yaitu siswa-siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Indikator Keberhasilan
:
Kegiatan ini dapat berhasil apabila siswa-siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dapat berpartisipasi dalam perlombaan. Setelah kegiatan tersebut diharapkan aparatur Desa Kaur Gading dapat meneruskan kegiatan MTQ sekala kecil dengan cabang perlombaan yang beragam dan masyarakat dapat berpartisipasi sehingga nilai-nilai islam dapat tumbuh di pribadi anak-anak Desa Kaur Gading.


3. Pembuatan Abon Ikan (Usaha Ekonomi Kreatif) Desa Kaur Gading
Deskripsi
:
Program ini mengenalkan kepada masyarakat tentang pembuatan usaha ekonomi kreatif dengan cara memanfaatkan sumber daya yang tersedia seperti ikan untuk diolah menjadi Abon ikan.

Tujuan
:
Program ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang pengolahan ikan menjadi produk yang bernilai jual tinggi melalui pembuatan Abon Ikan.

Metode Kegiatan
:
Kegiatan Pembuatan Abon Ikan ini dilaksanakan dengan cara demonstrasi dan mengajak masyarakat ikut serta dalam kegiatan Pembuatan Abon Ikan. Dilakukan Packing dan pemberian logo untuk memudahkan penjualan produk abon dan mengenalkan produk abon tersebut.

Sasaran
:      
Kegiatan ini ditujukan untuk ibu-ibu di desa Kaur Gading

Indikator Keberhasilan
:
Setelah kegiatan ini terlaksana diharapkan ibu-ibu di desa Kaur Gading dapat mengolah ikan menjadi produk abon ikan yang nantinya dapat menjadi usaha ekonomi kreatif desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, ibu-ibu juga dapat menggunakan alat pembuatan abon yaitu spinner food machine.




4. Prilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)

KKN Kebangsaan

Deskripsi
:
Program ini mengenalkan kepada siswa/i tingkat sekolah dasar ( SD) mengenai cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan baik dan benar.

Tujuan
:
Program ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak cara hidup sehat dan bersih dengan melalui cuci tangan dan gosok gigi.

Metode Kegiatan
:
Kegiatan PHBS ini dilaksanakan dengan cara demonstrasi dan mengajak siswa/i ikut serta dalam mencuci tangan dan menggosok gigi dengan baik dan benar. Dilakukan drama atau cerita anak-anak terkait PHBS untuk memberikan kesan dan pesan melalui kegiatan ini.

Sasaran
:      
Sasaran Program ini adalah siswa/i tingkat Sekolah Dasar

Indikator Keberhasilan
:
Setelah Program ini terlaksana diharapakan untuk kesadaran anak-anak dalam membiasakan hidup bersih dan sehat.


5. Sosialisasi dan Pemeriksaan Gratis

KKN Kebangsaan

Deskripsi
:
Program ini merupakan kegitan penyuluhan dan diskusi kesehatan. Mengajarkan berbagai cara terapi komplementer yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri, serta melaksanakan pemeriksaan kesehatan, diantaranya yaitu; gula darah, asam urat dan tekanan darah.

Tujuan
:
Meningkatkan kesadaran menjaga hidup sehat dan  meningkatkan pengetahuan terapi komplementer.

Metode Kegiatan
:
Kegiatan ini dilaksanakan dengan diskusi mengenai kesehatan, penyuluhan kesehatan, demosntrasi cara-cara terapi komplementar serta pemeriksaan untuk seluruh peserta penyuluhan.

Sasaran
:      
Masyarakat dewasa dan lansia

Indikator Keberhasilan
:
Adapun kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan gratis dikatakan berhasil apabila antusias masyarakat tinggi untuk mengikuti kegiatan dan masyarakat mampu mempraktikkan terapi yang telah diajarkan.


6. Bersih-bersih Pantai Masjid Bersama ( BPMB)

KKN Kebangsaan

Deskripsi
:
Program ini merupakan kegiatan kerja bakti yang dapat mendukung  kebersihan lingkungan sekitar pantai dan tempat ibadah

Tujuan
:
Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih pada lokasi yang sering dikunjungi, yaitu pantai sebagai tempat pariwisata dan masjid sebagai tempat beribadah sehingga masyarakat serta pengunjung dapat merasa nyaman ketika mengunjungi tempat tersebut.

Metode Kegiatan
:
Kegiatan ini dilaksanakan dengan gotong royong. Mengajak setiap elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam membersihkan pantai dan masjid.

Sasaran
:      
Sasaran dari kegiatan kerja bakti ini adalah setiap elemen dari masyarakat.

Indikator Keberhasilan
:
Adapun kegiatan Bersih-bersih Pantai Masjid Bersama (BPMB) dikatakan berhasil apabila setiap elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan setelah kegiatan masyarakat dapat menjaga lingkungan sehingga terbentuknya lingkungan yang bersih dan nyaman.


7. Mitigasi Bencana
Deskripsi
:
Program ini merupakan kegiatan yang mengenalkan kepada siswa/i Sekolah Dasar di Kaur Gading mengenai jenis-jenis bencana alam dan pencegahannya.

Tujuan
:
Program ini bertujuan agar siswa/i Sekolah Dasar dapat mengidentifikasi jenis bencana alam dan cara menghindarinya.

Metode Kegiatan
:
Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara demonstrasi dan mengajak siswa/i untuk aktif selama kegiatan. Dilakukan permainan dan cerita agar siswa/i tidak mudah bosan selama kegiatan berlangsung.

Sasaran
:      
Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa/i Sekolah Dasar

Indikator Keberhasilan
:
Adapun kegiatan ini dikatakan berhasil apabila siswa/i dapat berpartisipasi dalam kegiatan dan memahami tentang materi yang telah diberikan.


8. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata
Deskripsi
:
Program ini merupakan kegiatan Pemetaan pariwisata dan pengembangan potensi pariwisata melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata

Tujuan
:
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Desa Kaur Gading dalam mengembangkan potensi wisata menjadi daya tarik wisata Kaur Gading.

Metode Kegiatan
:
Program ini dilaksanakan dengan melakukan pemetaan potensi pariwisata, pembuatan tata letak wisata dan dilakukan pembentukan kelompok sadar wisata.

Sasaran
:      
Sasaran dari program ini yaitu masyarakat Kaur Gading terkhususnya Karang Taruna Desa.

Indikator Keberhasilan
:
Kegiatan ini terlaksana dengan baik apabila ada respon baik dan partisipasi aktif dari masyarakat dan terbentuknya kelompok sadar wisata.


9. Gebyar Merdeka 73

KKN Kebangsaan

Deskripsi
:
Program ini merupakan kegiatan perlombaan dalam skala kecil untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73. Adapun lomba yang dilaksanakan disesuaikan dengan perlombaan yang telah dibuat oleh pihak desa.

Tujuan
:
Program ini bertujuan untuk membantu pihak desa dalam kepanitiaan HUT RI dan sekaligus memeriahkan perlombaan tersebut.

Metode Kegiatan
:
Kegiatan ini dimulai dengan Pembentukan kepanitian, Selanjutkan pemberitahuan jenis perlombaan, kemudian pelaksanaan perlombaan dan diakhiri dengan acara resepsi sekaligus pembagian hadiah.

Sasaran
:      
Sasaran dari kegiatan ini adalah Masyarakat Desa Kaur Gading

Indikator Keberhasilan
:
Kegiatan ini dapat berhasil apabila masyarakat Kaur Gading dapat berpartisipasi dalam perlombaan, sehingga nilai-nilai nasionalisme dapat tumbuh pada masyarakat Desa Kaur Gading.


10. Pembuatan Gapura Desa Kaur Gading

KKN Kebangsaan

Deskripsi
:
Program kerja ini merupakan kegiatan pembuatan Gapura selamat datang dan selamat jalan yang dibuat di pelabuhan sebagai jalur masuk dan keluar dari Desa Kaur Gading.

Tujuan
:
Kegiatan ini bertujuan untuk memperindah Desa Kaur Gading dan sebagai pintu gerbang desa.

Metode Kegiatan
:
Kegiatan Pembuatan Gapura ini diawali dengan survey lokasi desa Kaur Gading sehingga didapatkan titik-titik yang tepat untuk pembuatan Gapura. Dilakukan pengumpulan bahan-bahan untuk pembuatan gapura, seperti kayu,bambu,  cat, kuas, paku dan lain-lain. Selanjutnya, dilakukan pemasangan dan pengecatan.

Sasaran
:      
Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa dan masyarakat Desa Kaur Gading

Indikator Keberhasilan
:
Setelah terlaksananya kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Kaur Gading dapat menjaganya, selain itu memperindah tata Desa Kaur Gading.


11. Pembuatan Plang Jalan (Penunjuk Jalan)

KKN Kebangsaan

Deskripsi
:
Program ini merupakan kegiatan pembuatan plang penunjuk arah menuju obyek wisata dan dusun yang terdapat di desa Kaur Gading. Plang yang akan dibuat menyesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan di lokasi sekitar desa.

Tujuan
:
Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah penduduk dan pengunjung desa Kaur Gading untuk memperoleh penunjuk menuju lokasi wisata, dusun dan posisi strategis di desa Kaur Gading.

Metode Kegiatan
:
Kegiatan Pembuatan Plang (Penunjuk Arah) ini diawali dengan survey lokasi desa Kaur Gading sehingga didapatkan titik-titik yang tepat untuk pemasangan plang (penunjuk arah). Dilakukan pengumpulan bahan-bahan untuk pembuatan plang, seperti kayu, cat, kuas, paku dan lain lain. Selanjutnya, dilakukan pengecatan serta pemasangan.

Sasaran
:      
Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa dan masyarakat Desa Kaur Gading

Indikator Keberhasilan
:
Setelah terlaksananya kegiatan pembuatan plang diharapkan tata letak desa dapat sistematis. Selain itu, memudahkan pengunjung mengetahui arah jalan dan mempermudah penduduk untuk memberitahu arah jalan.


12. Mengenal 1 Hari Pekon

KKN Kebangsaan

Deskripsi
: Program ini merupakan kegiatan yang menggunakan pendekatan dan teknik pelibatan masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek dalam pelaksanaan suatu program pembangunan masyarakat. Kegiatan ini juga disebut sebagai sebuah mini riset yang bersifat partisipatif, yakni melibatkan masyarakat setempat, sebagai aktor utama dalam menemukan potensi unggulan desa.


Tujuan
: Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa setempat dalam merumuskan penyelesaian dari permasalahan yang terjadi di desa. Menemukan potensi unggulan desa dan menciptakan masyarakat desa yang berdaya, aktif dan partisipatif, sehingga diharapkan akan menimbulkan kemandirian setelah pelaksanaan program. Selain itu, hasil dari kegiatan ini akan dijadikan bahan atau isi pada website dan akun sosial media desa Kaur Gading.


Metode Kegiatan
: Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang terdiri atas beberapa teknik (pelaksanaan teknik sesuai dengan kebutuhan), di antaranya :
  1. Penelusuran alur sejarah pekon
  2. Pemetaan sosial
  3. Penelusuran lokasi
  4. Stratifikasi sosial


Sasaran
: Kegiatan ini ditujukan kepada aparatur pemerintahan desa Kaur Gading dan pangeran selaku pemangku adat desa Kaur Gading.


Indikator Keberhasilan
: Keberhasilan dari kegiatan ini yaitu apabila masyarakat atau peserta kegiatan berpartisipasi dari setiap teknik yang digunakan.





 13. KKN Mengajar

KKN Kebangsaan


Deskripsi
:
Program ini membantu siswa/i Sekolah Dasar dan Karang Tarun berupa fasilitas pembelajaran, seperti pengajaran ilmu pengetahuan umum, pendidikan agama islam dan pelatihan petugas upacara Hut Kemerdakan RI ke-73.

Tujuan
:
Program ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa/i Sekolah Dasar dan Karang Taruna sekaligus meningkatkan pengembangan diri.

Metode Kegiatan
:
Program ini dilakukan dengan mendatangi Sekolah Dasar yang terdapat di desa Kaur Gading dan mengajak Karang Taruna untuk berpartisipasi dalam kegiatan KKN Mengajar.

Sasaran
:
Kegiatan ini ditujukan kepada siswa/i Sekolah Dasar di desa Kaur Gading dan Karang Taruna

Indikator Keberhasilan

:
Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil apabila siswa/i sekolah dasar dan karang taruna dapat berpartisipasi dengan baik dan dapat menjadi fasilitator untuk adik-adiknya.



14. Sosialisasi dan Pembuatan Kompos

KKN Kebangsaan

Deskripsi
:
Program ini mengenalkan kepada petani cara membuat kompos dari limbah pertanian seperti jerami, sisa hasil panen, dan lain-lain.
Tujuan
:
Program ini bertujuan mensosialisasikan pemanfaatan limbah pertanian untuk digunakan kembali sebagai bahan organik tanah.
Metode Kegiatan
:
Kegiatan Pembuatan kompos ini dilaksanakan dengan cara demonstrasi dan mengajak masyarakat ikut serta dalam pembuatan kompos. Dilakukan pengamatan secara berkala terhadap kompos yang dibuat. Bahan didapatkan dari jerami atau sisa hasil panen lainnya yang berasal dari desa.
Sasaran
:      
Sasaran program ini adalah petani pemilik lahan sawah atau lahan kering.
Indikator Keberhasilan
:
Setelah program ini berjalan diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kompos dari limbah pertanian untuk memperbaiki tekstur tanah sehingga lahan petani dapat berproduksi tinggi dan berkelanjutan. Masyarakat juga terbiasa menggunakan bahan organik dalam pertanian agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.

Jadi itu sedikit gambaran program kerja yang bisa kalian terapkan, tapi yang perlu diingat bahwa program kerja itu dibuat berdasarkan kebutuhan dari desa penempatan kita ya. Bila ada pertanyaan langsung diisi dikolom komentar ya, sampai jumpa pada postingan berikutnya.

Share:

Apa itu Barium Hexaferrite...?


Magnet keras (ferit) memiliki sifat mekanik dengan kekerasan dan sifat magnetik yang cukup tinggi. Meskipun karakteristik energi yang lebih rendah dibandingkan dengan magnet keras lainnya seperti  NdFeB, SmCo, dan Alniko. Contoh magnet keras (ferit) yaitu Barium Hexaferrite. Barium Hexaferrite sering digunakan sebagai material untuk magnet permanen.  Barium Hexaferrite memiliki sruktur hexagonal, dimana memiliki nilai parameter kisi, a dan b yang sama yaitu 90o sedangkan nilai c yang berbeda yaitu 120o  (Widiyanto, 2010). 

Barium Hexaferrite dengan rumus kimia BaFe12O19 merupakan salah satu material magnetik yang banyak digunakan karena memiliki nilai Hc (saturasi magnet) yang tinggi, stabil secara kimia, harga Tc (temperatur curie) yang tinggi dan tahan terhadap korosi (Eko, 2014). Barium Hexaferrite memiliki struktur hexagonal yang sesuai dengan space group P 63/m m c (Kershi, 2010). Salah satu aplikasi material magnet permanen Barium Hexaferrite yang menjadi perhatian saat ini adalah sebagai alat penyerap gelombang mikro. Hal ini karena sifat listrik dan magnetik ferrimagnetik ini sangat mendukung dalam aplikasi tersebut, yaitu memiliki permeabilitas dan resistivitas yang tinggi (Priyono, 2010).

Cara paling sederhana untuk memahami kisi kristal adalah dengan memisalkan atom-atom dalam kristal berupa titik-titik. Setiap titik mempunyai lingkungan yang serba sama, sehingga satu sama lain tidak dibedakan meskipun dilihat dari segala arah. Bila setiap titik tersebut dihubungkan, maka akan diperoleh kisi-kisi yang teratur dan periodik yang memenuhi ruang. Salah satu contoh yang menunjukkan kisi sebuah kisi kristal Barium hexaferrite ditunjukkan pada Gambar 1.


Gambar 1. Struktur Barium Hexaferrite

Pada Gambar 1, struktur magnet Barium Hexaferrite terdiri atas bagian kubik spinel (S) yang terpisah oleh bagian heksagonal closed-packed (R) berisi ion Ba. Setiap bagian S terdiri dari dua lapisan yang mengandung empat buah ion oksigen dan paralel dengan bidang dasar heksagonal dengan tiga kation antara setiap lapisan. Bagian R terdiri atas tiga lapis ion oksigen, dimana pada lapis tengah suatu ion oksigen diganti dengan ion Ba. Setiap unit sel mengandung 10 lapisan oksigen dengan Ba menggantikan ion oksigen setiap 5 (lima) lapis. Dalam satu unit sel setiap bagian S mempunyai rumus kimia Fe6O8, setiap bagian R mempunyai rumus kimia BaFe6O11 dan rumus kimia total adalah BaFe12O19. Tempat ion Fe adalah tetrahedral dan oktahedral dan satu sisi yang lain dikelilingi oleh 5 (lima) oksigen membentuk suatu piramida trigonal.

Share:

Prinsip Kerja High Resolution Powder Difractometer (HRPD)


Prinsip Kerja High Resolution Powder Difractometer (HRPD)Difraktometer Neutron Serbuk Resolusi Tinggi adalah suatu peralatan difraktometer yang dimiliki oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir-BATAN dan dipasang di Balai percobaan hamburan neutron gedung 40. High Resolution Powder Difractometer (HRPD) berfungsi untuk mengetahui struktur Kristal material dengan metode difraksi neutron (Mugirahardjo, 2013).

Prinsip kerja dari HRPD adalah mendeteksi hamburan neutron dari sampel dengan 32 buah detector utama. Hamburan neutron dari sampel berasal dari neutron monokromator. Neutron yang masih bersifat polikromatis tersebut berasal dari reaktor G.A Sywabessy. Oleh monokromator, Neutron polikromatis diubah menjadi monokromatis dengan satu nilai panjang gelombang. dan diarahkan kesampel. Oleh sampel neutron akan dihamburkan dan ditangkap oleh multi detektor utama. Hamburan inilah yang akan membentuk suatu pola difraksi yang kemudian dianalisis lebih lanjut (Mugirahardjo, 2011).

Difraktometer Empat Lingkaran (Four Circle Diffractometer) / DN2 adalah difraktometer neutron yang digunakan untuk penelitian struktur dan tekstur bahan menggunakan teknik difraksi neutron. Berbagai pengembangan baik secara perangkat lunak maupun secara perangkat keras terus dilakukan untuk meningkatkan kerja peralatan. Untuk meningkatkan intensitas neutron di cuplikan telah dilakukan modifikasi DN2 dengan menambah  flight tube diantara monokromator dan cuplikan (Trihadi, 2009).

Prinsip Kerja High Resolution Powder Difractometer (HRPD)
    
Alat difraktometer yang menggunakan neutron dari reaktor nuklir tersusun dari setidaknya 5 bagian. Karena berkas neutron yang dihasilkan dari reaktor nuklir bersifat polikromatis yang memiliki berbagai macam nilai panjang gelombang, sedangkan berkas neutron yang dibutuhkan pada penelitian bahan haruslah monokromatis, maka monokromator digunakan sebagai penyaring panjang gelombang berkas neutron berdasarkan hukum Bragg sehingga berkas neutron yang keluar dari monokromator sudah bersifat monokromatis dengan satu nilai panjang gelombang.



Berkas neutron yang keluar dari panjang gelombang kemudian diarahkan menuju cuplikan melalui kolimator yang berfungsi untuk meluruskan berkas neutron. Cuplikan diletakkan di meja cuplikan yang bentuk dan fiturnya  berbeda-beda tergantung jenis eksperimen yang dilakukan. Berkas neutron yang terhambur oleh cuplikan kemudian diarahkan oleh kolimator dan ditangkap oleh detektor neutron. Penghenti berkas (beam stopper) yang terbuat dari bahan penyerap neutron dipasang sebagai aspek keamanan. Selain bagian-bagian tersebut, terdapat bagian lain seperti beam shutter yang berfungsi untuk menutup berkas neutron apabila tidak dilakukan pencacahan neutron, beam narrower yang berfungsi untuk mempersempit berkas neutron, dan monitor detektor yang berfungsi menghitung berapa banyak neutron yang mengenai cuplikan (Fajar, 2010).

Share:

Prinsip Kerja Mesin Ball Mill


Prinsip Kerja Mesin Ball MillBall mill merupakan alat industri yang paling sangat dibutuhkan untuk hasil yang maksimal dalam kategori penghancuran tingkat halus karena mesin grinding ball mill ini menggunakan teknologi balls ( bola – bola ) yang di rancang sehingga memiliki luas permukaan per unit lebih dari rod untuk menghasilkan bahan baku material yang lebih halus. Prinsip kerja Ball mill adalah memutarkan tabung berisi dengan peluru besi seperti bola – bola yang sudah diisikan di dalam mesin grinding tersebut terbuat dari baja. Proses penghaluskan terjadi karena mesin grinding yang berputar sehingga ball di dalamnya ikut menggelinding, menggerus dan menggiling seluruh material di dalam grinding sampai halus. Jika kecepatan putaran terlalu cepat maka bola – bola yang ada di dalam mesin grinding akan menempel pada tabung dan hasil yang dihasilkan tidak akan bagus jadi pengaturan harus disesuaikan untuk hasil yang maksimum.



Prinsip Kerja Mesin Ball Mill

Pada mesin ball mill ini sendiri menggunakan dua sistem langkah penggilingan yaitu sistem basah dan sistem kering selain itu mesin ini menjadi produk utama pada industri penggilingan. Mesin ball mill memiliki bentuk tabung dengan dua tempat penyimpanan dengan desain horizontal.

Prinsip Kerja Mesin Ball Mill

Untuk bagian luar, mesin berjalan pada dua roda yang terpasang di kedua sisinya. Bahan material yang akan digiling secara spiral masuk pada tempat penyimpanan pertama. Pada tempat penyimpanan tersebut sudah terpasang ripple scaleboard dan juga steel ball yang memiliki bermacam spesifikasi. Saat mesin ball mill ini berkerja, bagian tubuh barel akan berputar. Dengan berputarnya tubuh barel ini maka steel ball ikut terbawa karena gaya sentrifugal yang tercipta dan kemudian terjatuh dan membuat material yang di dalam mesin ini tergiling. Sesuai dengan proses yang ada pada tempat penyimpanan pertama, setelah bahan tadi mengalami proses penggilingan maka material hasil gilingan masuk lagi pada tempat penampungan kedua. Di tempat penampungan yang kedua ini, material tadi kembali menjalani proses penggilingan dengan scaleboard dan steel ball. Setelah proses penggilingan kedua ini selesai, maka bubuk hasil akhir kerja mesin ball ini dibawa ke tempat penampungan ahir dan dimulai dengan proses yang pertama lagi untuk bahan selanjutnya. Mesin Ball Mill standar biasanya bekerja dengan kecepatan yang sudah disetting secara default 70 sampai 80% dari kecepatan rata - rata kritis.

Share:

Popular Post

Recent Posts Widget

Subscribe Us

Recent Posts

Flag Counter

Flag Counter

Mengenai Saya

Foto saya
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia